Data Ekonomi

Dengan luas tambak/sawah 150 Ha mayoritas penduduk desa Tanggulrejo bekerja sebagai petani, khususnya pada sub bidang perikanan tambak. Berdasarkan jenis kepemilikan tanah, petani di desa Tanggulrejo dikelompokkan menjadi 3 :

Lahan Milik Sendiri

Petani yang memiliki tanah Garapan berjumlah sekitar 350 orang, dengan luas tanah 0,3 Ha / orang. Sehingga dalam satu tahun kalender seorang petani bisa memiliki pendapatan sekitar Rp 15.000.000 / tahun / orang

Sewa Tanah

Penduduk yang tidak memiliki tanah namun memiliki keahlian bertani umumnya menyewa lahan dalam jangka waktu 3-5 tahun. Petani yang menyewa lahan berjumlah sekitar 200 orang dengan pendapatan per tahun +- sekitar Rp 10.000.000 / orang.

Buruh Tani

Petani yang memiliki modal besar biasanya membutuhkan buruh untuk mengelola lahannya. Jumlah buruh tani di desa Tanggulrejo sekitar 200 orang dengan pendapatan per tahun sekitar Rp 15.000.000 / orang.

Petani biasanya memanfaatkan sekat tambak (galengan) untuk mendirikan kandang ternak. Baik ternak kambing maupun ternak ayam untuk menambah pendapatannya. Oleh karena itu peternak di desa Tanggulrejo terdiri dari 2 macam :

Peternak Kambing

Peternak kambing di desa Tanggulrejo berjumlah sekitar 25 orang, dengan jumlah kepemilikan kambing sekitar 10 ekor per orang. Dari sektor peternakan ini setiap orang dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp 500.000 per bulan.

Peternak Ayam

Sedang peternak ayam berjumlah sekitar 5 orang dengan jumlah kepemilikan ayam sekitar 10 ekor per orang. Dari ternak ayam ini, tiap orang dapat memperoleh tambahan penghasilan sekitar Rp 200.000 per bulan.

Sektor perdagangan didominasi oleh jual beli bibit ikan benur. Selain memasok bibit ikan untuk petani tambak di desa Tanggulrejo sendiri, pedagang benur juga menjualnya sampai ke Bali dan Banten. Dengan banyaknya permintaan bibit benur tersebut setiap pedagang diperkirakan memperoleh penghasilan rata-rata Rp 5.000.000 per bulan.

Untuk membuka jenis usaha ini memerlukan modal yang cukup besar, sehingga di desa Tanggulrejo ini hanya terdapat 10 orang penjual benur.

Sebagai kota industri menjadikan sebagian masyarakat desa Tanggulrejo memilih bekerja sebagai buruh pabrik. Terdapat sekitar 200 orang buruh pabrik yang berasal dari desa ini dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp 2.500.000 per bulan.

Industri rumahan yang terdapat di desa Tanggulrejo ini adalah konveksi pakaian, yang meliputi pakaian muslim seperti jilbab dan peci. Produsen jilbab sendiri terdapat sekitar 5 orang, sedangkan produsen peci atau kopyah terdapat 2 rumah industri.

Kebutuhan pakaian muslim yang semakin diminati mendorong jumlah permintaan yang tinggi, sehingga dalam satu bulan industri tersebut dapat meperoleh laba Rp 3.000.000.

Salah satu jenis pekerjaan yang dijadikan sumber pendapatan masyarakat yaitu tenaga proyek. Berdasarkan keahlian yang dimiliki tenaga proyek dikelompokkan menjadi dua, tukang dan pekerja. Terdapat sekitar 50 orang yang bekerja pada sektor ini dengan pendapatan rata-rata Rp 2.500.000 per bulan.

Jenis kepegawaian sendiri terdiri dari dua macam, pegawai yang bekerja di bidang Pendidikan dan pegawai yang bekerja di instansi pemerintahan. Pegawai yang bekerja di bidang Pendidikan seperti sekolah berjumlah 70 orang, sedangkan pegawai yang bekerja di instansi pemerintahan terdapat 15 orang dengan rata-rata pendapatan per bulan sekitar Rp 1.700.000.

Berdasarkan uraian pekerjaan dan penghasilan rata-rata di atas, dapat diperkirakan bahwa pendapatan per kapita (per orang) desa Tanggulrejo sekitar Rp 700.000 per bulan.